Hikayat Murid Bodoh Part 2 : Dari Gedung Dewan, ke Jalan Lain ke Toko Lampu

by Kambing Tanpa Nama on 07:47 AM, 13-Jan-12

Category: Protes , Sastra

Disadur dari sebuah buku yang saya dan kamu belum pernah membacanya.

Disebuah kelas dengan pencahayaan suram, seorang guru setengah baya sedang mengajar Pendidikan Pancasila. Semua murid mendengarkan, kecuali Otong-murid bodoh yang kali ini ketiduran.

Pak Guru : Anak - anak, siapa diantara kalian yang mau jadi anggota dewan pas besar nanti?

Murid Pintar 1 : Saya pak.

Murid Pintar 2 : Saya juga pak.

Otong : *terbangun* Apa tadi pak?, saya dimana?, tahun berapa ini?

Murid Lain : Huuuuuuu. . .

Otong : Sudahlaaaah. . .

Pak Guru : Sudah sudah anak - anak, kita maklumi saja si Otong ini. Sekarang bapak mau bertanya, apa alasan kalian mau menjadi anggota dewan?

Murid Pintar 1 : Biar bisa membangun bangsa ini pak.

Murid Pintar 2 : Agar mewakili aspirasi rakyat pak (rakyat yang mana?), biar bisa memajukan bangsa ini.

Pak Guru : Mmmh. Bagus - bagus, kalian memang pintar, sudah bisa berpikir sejauh itu rupanya, padahal usia kalian masih muda. Bapak bangga.
Kalau kamu tong, apa mau jadi anggota Dewan juga?

Otong : Saya sangat tidak mau sekali pak, soalnya anggota Dewan itu banyak yang kurang pintar. Walaupun saya akui juga, tidak sedikit yang pinterpinteran.

Pak Guru : Aduh Tong, kamu ini. Kenapa selalu bikin jawaban aneh.

Otong : Jujur pak, kenapa saya bilang anggota dewan kurang pintar. Beberapa waktu yang lalu saya liat berita di televisi berwarna, di antara penjajahan musik korea. Katanya dewan mau bikin ruangan baru pak. Katanya ruangan yang lamu pencahayaannya kurang, katanya lho.

Murid Pintar 2 : Lalu apa hubungannya, apa karena itu dewan dibilang bodoh?

Otong : Kamu yang bilang yah, saya cuman bilang kurang pintar.

Murid Pintar 1 : Sama aja Tong.

Pak Guru : Lanjutkan Tong.

Otong : Gini ya pak, kenapa anggota dewan saya bilang kurang pintar, yah karena alasannya konyol itu. Masa gara - gara pencahayaan kurang mau bikin ruangan baru yang biayanya 20 ribu juta dolar Indonesia (20 M), seharusnya beli lampu baru aja pak.

Pak Guru : Mmmh, benar juga Tong. Jadi sekarang apa cita - cita kamu?

Otong : Pengen jadi aparat bersenjata pak.

Pak Guru : Biar bisa membela kebenaran?

Otong : Salah pak.

Murid Pintar 1 : Biar bisa menangkap penjahat?

Otong : Salah om.

Murid Pintar 2 : Terus?

Otong : Biar gampang nembak petani om.


~to be continue~

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

4 responses to "Hikayat Murid Bodoh Part 2 : Dari Gedung Dewan, ke Jalan Lain ke Toko Lampu"

ery [08:41 AM, 13-Jan-12]

lanjutkan terus om rosso!!!

Kambing Tanpa Nama [08:59 AM, 13-Jan-12]

Teteup cemmuu666uudz om..
Rosso..

Guruh Agustin [11:20 AM, 13-Jan-12]

mangstabbss...

lanjutkenn..

Kambing Tanpa Nama [09:48 PM, 13-Jan-12]

@Guruh Agustin,
Siip lah bro..

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You may use BBCode tags)